Ada kesalahan di dalam gadget ini

Bukti Kerasulan Nabi Muhammad Saw

Tanpa bukti yang jelas, sebuah pengakuan tidak bisa dibenarkan. Semua orang sepakat dengan kaidah ini.
Seorang yang mengaku sebagai rasul atau utusan Allah juga harus dengan bukti. Muhammad Saw termasuk di antara manusia yang mengaku rasul yang diutus Allah Tuhan semseta alam kepada segenap manusia. Seperti halnya para nabi dan rasul sebelumnya, dia juga membawa bukti kerasulan berupa mukjizat-mukjizat yang tidak bisa ditandingi dan ditiru oleh orang lain, seperti: memperbanyak makanan yang sedikit sebagaimana yang terjadi saat perang Khandaq (Jawami’ussirah, Ibnu Hazam), mengeluarkan air bersih dari sela-sela jemarinya (riwayat Imam Bukhari, Malik, Ahmad dan Baihaqi), suara tangis tongkatnya yang di dengar oleh para sahabatnya, menghilang dari penglihatan Ummu Jamil saat ingin mencelakainya, dan sebagainya.
Dari sekian mukjizat nabi Muhammad Saw., ada satu mukjizat yang paling besar yaitu kitab suci Al-Qur’an. Di antara alasannya:

1) Di dalam beberapa ayat, Al-Qur’an menantang semua ummat manusia untuk membuat yang semisal dengan Al-Qur’an, namun tidak ada yang bisa melakukannya sampai saat ini walau hanya satu surah yang paling pendek. (QS. Al-Baqarah: 23, QS. Al-Isra’: 88, dan QS. Yunus: 38).

2) Bahasa Al-Qur’annya yang tinggi namun sangat indah, susunannya menakjubkan, isinya padat dan sejalan dengan perkembangan masa, tidak ada pertentangan dan kekeliruan di dalamnya. Semuanya membuktikan bahwa Al-Qur’an memang benar-benar firman Allah Swt yang tidak ada keraguan di dalamnya.

3) Keabadian Al-Qur’an. Al-Qur’an yang sekarang adalah Al-Qur’an yang dahulu. Tidak ada perubahan kata bahkan huruf di dalamnya. Itu karena Allah Swt benar-benar menjaganya dari perubahan, seperti yang dijanjikanNya di dalam QS. Al-Hijr: 9.

4) Mukjizat ilmiahnya yang terus-menerus terungkap.

5) Mukjizat Al-Qur’an ini tidak hanya disaksikan oleh orang-orang yang hidup di masa turunnya, tapi juga oleh generasi sesudahnya hingga akhir zaman.

Selain mukjizat, kerasulan nabi Muhammad Saw juga bisa dilihat dari bukti-bulti berikut:

A. Riwayat Hidupnya
Dr. Sa’id Shawabi di dalam buku al-Mu’iin ar-Raa’iq Min Siirati Khairi al-Khalaaiq, Cairo menjelaskan: “…Seandainya Muhammad saw tidak mempunyai mukjizat selain sejarah perjalanan hidupnya, itu sudah cukup (sebagai bukti kerasulannya).” Dia juga menilai bahwa riwayat perjalanan hidup Muhammad saw adalah bukti kerasulannya yang paling besar.
Orang yang mempelajari dan menghayati cara bicara, sifat-sifat, prilaku dan kenyataan hidup yang dilalui oleh Muhammad saw sejak masa lahir hingga akhir hayatnya akan yakin bahwa dia adalah rasul utusan Allah.
Peristiwa yang terjadi di malam kelahirannya, tumbuh dewasanya dalam keadaan yatim di tengah-tengah penduduk negeri yang tidak bisa tulis baca yang menyembah patung-patung yang mereka buat sendiri, ketidakmampuannya dalam hal tulis baca, dan kebutaanya terhadap Alkitab (taurat dan Injil)… Semuanya menjadi bukti kerasulan dan kebenaran yang dia ajarkan.
Karena ketulusan, kejujuran dan kebaikan akhlaknya, penduduk Makkah telah memberinya gelar Al-Amien (yang terpercaya).
Inilah pengakuan penduduk Makkah di bukit Shafa, menjelang detik-detik pendeklarasiannya sebagai rasul utusan Allah kepada ummat manusia: “Kami tidak pernah mendapatkanmu kecuali benar.” (Imam Bukhari, Muslim dan Tirmidzi dari Ibnu Abbas).

B. Beberapa saksi dan Peristiwa Ajaib di Masa Pra Kerasulan (Irhash)
Antara lain:
1. Peristiwa yang mengiringi malam kelahiran Muhammad saw.
a. Kesaksian pedagang Yahudi Makkah dan Yahudi penduduk Yatsrib
Berikut intisari riwayat Hakim dari Aisyah ra: “Ada seorang pedagang Yahudi yang tinggal di Makkah. Pada malam kelahiran Rasulullah, dia bertanya di perkumpulan orang-orang Quraisy: Apakah ada anak yang lahir di antara kalian malam ini? Mereka menjawab: kami tidak tahu….
Si Yahudi menjelaskan: Pada malam ini lahir Nabi terakhir ummat ini, Ahmad (yang terpuji). Kalau kalian salah, berarti dia (lahir) di Palestina. Di antara dua pundaknya ada tahi lalat hitam kekuningan….
Setelah mereka pulang ke rumah masing-masing, sebahagian dapat kabar bahwa di malam itu lahir seorang anak dari Abdullah bin Abdul Muthalib yang diberi nama Muhammad.
Besoknya mereka bersama si Yahudi mendatangi bayi tersebut. Saat melihat tahi lalat di belakangnya si Yahudi langsung pingsan. Setelah siuman, orang-orang Quraisy bertanya: Ada apa denganmu? Jawabnya: Kenabian telah hilang dari bani Israel, al-Kitab telah lepas dari tangan mereka….
Tentang kesaksian Yahudi Yatsrib, Ibnu Ishak meriwayatkan dengan nara sumber dari Hassan bin Tsabit: “Saat saya masih kecil berusia tujuh atau delapan tahun dan sudah punya ingatan, seorang Yahudi berteriak keras di bangunan yang tinggi di Yatsrib (sekarang Madinah): “Hai orang-orang Yahudi…!”
Setelah orang-orang berkumpul, mereka bertanya: “Ada apa, kenapa?“ Jawabnya: “Malam ini telah muncul bintang tanda kelahiran Ahmad.”
Ibnu Ishak bertanya kepada anak Hassan bin Tsabit: “Bearapa usia Hassan bin Tsabit saat kedatangan Rasulullah saw ke Madinah?” Dia menjawab: 60 tahun, dan Rasulullah saw di waktu itu 53 tahun.

b. Peristiwa di Persia.
Makhzum bin Hani’ meriwayatkan dari ayahnya: Di malam kelahiran Rasulullah saw, istana Kisra hancur, empat belas berandanya runtuh, api Persia (sesembahan orang-orang Majusi) yang tidak pernah padam selama seribu tahun menjadi padam, danau Sawah menyurut….

2. Keberkahan hidup Halimah Assa’diyah
Dia adalah ibu susuan Muhammad saw. Air susunya yang semula sangat sedikit menjadi deras, himar kendaraannya yang lambat menjadi cepat, kambing gembalaannya memiliki air susu yang banyak, tanahnya juga menjadi subur dan cepat berbuah (HR. Ibnu Hibban dan Hakim dalam sebuah hadits yang panjang).

3. Pembedahan dadanya oleh malaikat Jibril di saat kecil
Di dalam Hadits shohih yang diriwayatkan oleh Muslim dari Anas disebutkan: Saat sedang bermain dengan anak-anak, Jibril datang mengambil Muhammad lalu membantingnya dan membedah dadanya. Kemudian dia menegluarkan segumpal darah darinya sambil berkata: "Ini adalah bagian dari syetan…" Lalu dia mencucinya di dalam bejana emas berisi air zam-zam. Kemudian menyatukan dan mengembalikannya ke tempat semula.

4. Awan menaungi perjalanannya
Rahib Bahira terheran-heran melihat sebuah kafilah dagang yang datang dari Makkah, kafilah ini sudah sering lewat, tapi kali ini tidak seperti biasanya. Di atas mereka ada awan yang menaungi perjalanan mereka. Ketika mereka berhenti di bawah sebuah pohon, awan itu pun berhenti. Pendeta ini memandangi rombongan ini seakan mencari sesuatu dari mereka. Dia mendekat, lalu memegang tangan Muhammad saw yang masih anak-anak sambil berkata: “Ini adalah pemimpin dunia dan rasul Tuhan semesta alam, Allah mengutusnya sebagai rahmat bagi alam semesta”
Beberapa sesepuh Quraisy bertanya: “Engkau tahu dari mana?”
“Saat kalian datang, pohon dan batu menunduk sujud. Kedua-duanya tidak sujud (kepada manusia) selain kepada seorang nabi. Dan saya juga mengetahui dia (sebagai nabi) dari khatam an-nubuwah yang ada di pundaknya….” (HR. Tirmidzi dan Hakim).
Keajaiban awan ini sangat masyhur dan telah disaksikan oleh banyak orang termasuk Maisarah di saat pergi bersama Muhammad saw ke daerah Syam membawa dagangan Khadijah, demikian juga Khadijah, pembantu-pembantu wanitanya, dan lainnya.

5. Rahim Khadijah yang berusia 40 tahun menjadi subur
Nabi Muhammad saw menikah di usia yang ke 25 dengan Khadijah yang berusia 40 tahun. Seperti biasanya, usia 40 tahun adalah batas masa kesuburan perempuan. Namun ketika menikah dengan Muhammad saw, justru rahim Khadijah ra menjadi semakin subur. Dari hasil perkawinan yang berkah ini, lahir 6 orang anak yaitu: Qasim, Ummu kultsum, Ruqayyah, Zainab, Fathimah. dan Abdullah (Kitab Fathul Bari, Ibnu Hajar dan Sirah Nabawiyah, Ibnu Katsir).

C. Tanda Kenabian yang Ada di Antara Dua Pundaknya
Tanda kenabian yang satu ini disebut dengan khatam an-nubuwah yang dia bawa sejak lahir. Khatam an-nubuwah artinya stempel kenabian. Di dalam riwayat Hakim disebutkan tanda ini adalah tahi lalat berwarna hitam kekuning-kuningan. Sebahagian ulama mengatakan disitu tertulis "محمد رسول الله" (Muhammad rasul utusan Allah).
Selain keajaiban awan, tanda ini telah membuat pendeta Bahira menyuruh Abu Thalib yang sedang berdagang di Syam untuk segera membawa Muhammad saw pulang ke Makkah. Sebab, dia khawatir jika orang-orang Yahudi yang mengetahuinya akan membunuhnya karena iri. (Uyuun al-Atsar, juz 1).
Tanda ini juga yang dicari oleh seorang shahabat berkebangsaan Persia, Salman Alfarisy atas wasiat dari seorang pendeta kristen Umuriyah, Wilayah Romawi. (Siirah Nabawiyah Juz 1, Ibnu Katsier).
Tanda ini pula yang diselidiki oleh Tanukhi atas perintah raja Romawi Timur, yang pada akhirnya membuatnya masuk Islam (HR. Ahmad).

D. Kabar Para Nabi dan Kitab-kitab Sebelumnya
Berita kerasulan Muhammad saw yang disampaikan oleh pedagang Yahudi di Makkah, penduduk Yahudi Madinah, pendeta Bahira di wilayah Syam dan pendeta Waraqah bin Naufal di Makkah mengisayaratkan adanya kabar tersebut dari kitab dan para nabi dahulu. Tanda-tanda kerasulan Muhammad saw yang diselidiki oleh Salman Al-Farisy atas wasiat seorang pendeta kristen Umuriyah dan oleh Tanukhi, utusan raja Romawi Timur di saat itu, juga semakin memperjelas masalah ini. Namun karena disinyalir kitab-kitab terdahulu ini telah banyak dirubah oleh tangan-tangan manusia, berita kerasulan tersebut hampir tidak ditemukan lagi sekarang ini.
Tentang adanya pemberitaan dari Nabi Isa as, Allah Swt menegaskan di dalam Al-Qur’an:
“Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata: Wahai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah rasul utusan Allah kepada kalian, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang sesudahku yang namanya Ahmad (Muhammad).” (QS. Ash-Shaf: 6). Wallahu a'lam...


Baca Juga :
- Arti Allah SWT
- Allah dalam Sejarah Arab
- Hukum Kawin Kontrak dalam Islam
- Kumpulan Kisah Para Muallaf dan Alasan Mereka Masuk Islam
- Perang dan Jihad dalam Islam
- Benarkah Islam Melegalkan Perang Terhadap Orang-orang Kafir?
- Benarkah Islam Memaksa Orang Lain Masuk Islam?
- Adakah Jaminan Keselamatan dalam Islam?

29 komentar:

jay mengatakan...

Salam. Terima kasih atas bagi2 ilmunya. Sebenarnya 1 bukti kerasulan saja sudah cukup jika itu benar2 kuat. Banyaknya bukti yg dimuat penulis tentu akan membuat hati lebih yakin dan mantap.

Anonim mengatakan...

mmm hebat yah Muhammad mengaku ngaku nabi ? apa hebatnya alquran ? siapa yang menurunkan alquran ? apa memang firman Tuhan ? apa buktinya ? siapa saksinya ? namanya firman Tuhan itu keluar dari mulut Allah, seperti Musa... bukan lewat tante Jibril ? masih ingat kasus LIA EDEN ? dia juga dapat wahyu dari Jibril,,apa bedanya?.. ingat,,iblis dapat menyerupai malaikat suci...tanda2 kenabian apa yang dimiliki Muhammad ? yang dijelaskan diatas, itu iblis juga bisa berbuat demikian...apa manfaatnya untuk umat manusia ? bukankah 75% isi alquran ada di Alkitab ? nyontek dunk ha ha ha

Bonar mengatakan...

wow! aku yakin deh, andai saja si anonim mmbaca artikelnya dg penghayatan tanpa lbh dahulu menanamkn kecurigaan, rasa iri dan benci, pasti koment2nya yg banyak tanda tanya itu gak muncul disini.

rasa2nya sih pertanyaan2nya itu lbh cocok buat agama dia. kepikirn gak dia ya?

iya sih, yg namanya hati kalo udh gelap n trtutup rapat, brapa pun bukti kbenarn itu, gak akan ada faedahnya.

tetap semangat buat penulis!

Teacher From Tasikmalaya; 7026668; ...... .................... e-mail: tcr.tazik@gmail.com mengatakan...

Jika kita memandang tentang kerasulan Muhammad Saw di awali dengan Kebencian, maka sebanyak apapun bukti kerasulan Muhammad Saw tak akan pernah masuk di benak mereka.
Coba Netralkan fikiran anda...lalu pelajari tentang kerasulan Muhammad Saw, Maka engkau pasti akan meyakini bahwa Muhammad Saw adalah seorang RASUL ALLAH SWT.

netter mengatakan...

wah, bagus!! bwt penulis, jgn dengerin kata" anonim tuh.. sesat banget!!!

@anomim: parah lo! urusin aja sono agama lu! makan tuh alkitab!!! jangan melecehkan islam!!! wooo!!!

AM Hasibuan mengatakan...

Salam buat para tamu pengunjung:
Awalnya saya tidak tertarik menanggapi komentar sdr Anonim (tertanggal 27 April 2009) di atas. Namun karena saran dan pertimbangan dari seorang teman, hati saya tergugah untuk meresponnya.

Baiklah akan saya coba tanggapi satu persatu:
1. Soal 'kehebatan' Al-Qur'an itu sangat jelas. Bahkan kejelasannya bagai matahari di siang hari. Saking jelasnya cahaya matahari tersebut, sampai2 mata tidak mampu memandangnya.
Sudah beredar ribuan buku ilmiah yang menunjukkan mukjizat Al-Qur'an baik secara ilmiah, nalar, bahasa/sastra atau lainnya. Apakah itu belum cukup untuk bukti 'kehebatan' Al-Qur'an?

2. Al-Qur'an, sesuai dengan yang kami imani sebagai muslim memang firman Allah yang DISAMPAIKAN oleh malaikat Jibril. Jadi, JIBRILhanya PENYAMPAi firman. Bukankah ketika seorang duta menyampaikan titah raja, kita menisbahkan titah tersebut kepada raja itu? Bukan kepada 'mulut' duta tadi…

3. Soal saksi. Pernah jugakah anda bertanya pada diri anda tentang apa bukti dan siapa saksinya bahwa kitab suci yang anda imani itu adalah firman Tuhan? Bukankah dia tulisan tangan pemuka agama yang anda yakini sebagai penerima wahyu? Kalau anda tidak bisa menunjukkan bukti/saksi tsb, berarti ini kembali kepada iman anda.
Namun jika anda tetap penasaran…, hayatilah Al-Qur'an dengan hati yang bersih dan renungilah kembali bukti-bukti kerasulan nabi Muhammad saw, insya Allah hati anda akan menjadi saksi kebenarannya.

4. Malaikat Jibril bukanlah laki-laki, bukan juga perempuan. Malaikat tidak mempunyai jenis kelamin. Jibril mempunyai beberapa nama, antara lain: Ruhul Qudus dan Ruhul Amin. Lia Eden bisa saja mengaku mendapat wahyu dari Jibril, tapi masalahnya bisakah kata-katanya itu dipercaya? Atau kalau dia merasa mendapat wahyu, benarkah yang datang kepadanya itu Jibril atau malah syetan yang mengaku-ngaku? Tapi, bukankah pada akhirnya dia juga mengaku Jibril dan Yesus?!

5. Mungkin sdr Anonim juga mengimani salah seorang nabi/rasul. Bisakah sdr memberikan bukti kenabiannya sebanyak bukti kerasulan nabi Muhammad Saw? Toh, meskipun bukti yang ada di artikel di atas baru sebahagian kecil dari bukti-bukti kerasulan nabi Muhammad saw…

6. Masalah kesamaan isi/pembahasan Al-Qur'an dengan Alkitab, itu sangat mungkin, sebab Al-Qur'an dan Alkitab pada dasarnya bersumber dari Allah, namun sayangnya terjadi banyak perubahan dan penyimpangan di dalam Alkitab oleh tangan-tangan manusia. Bukti yang sangat jelas untuk itu adalah banyaknya kontradiksi antara berbagai versi Alkitab, padahal semuanya 'mereka' yakini benar dan bersumber dari Tuhan! Nah disinilah peran Al-Qur'an dalam membahas tema yang sama untuk meluruskan dan mengoreksi.

Semoga Allah memberi petunjuk kebenaran kepada Anda dan buat kita semua. Amien…!

Si Nasution mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb.
To Sodara/ri Anomim: Mengkritik itu sangat2lah dituntut kehati2-annya;
1.Lihatlah kondisi yg dikritik, anda mengkritik dlm kondisi berkunjung ke t4 orang, so jagalah kesopanan, dan perlu anda ketahui dgn kritikan anda ni saya n kami smua Ummat Islam mendunia sangat terluka, kyk pedang menyahat hati krn dgn begini anda tlh meledek Sumber hukum Agama pertama Kami (Al-Quran) dan orang yg pembawa sumber hukum agama ke-2 kami (Nabi Muhammad SAW).
2. Sudah fahamkah anda tentang yg anda kritik ni? Pantaskah seorang manusia biasa (sodara/ri Anomim) yg tiada luput dari salah dan dosa,yg mana baru saja menggores luka dihati,mengkritik kebenaran seorang yg telah terjaga dari salah dan dosa?. Lalu seorang pemimpinan yg perkataan, perbuatan bahkan diamnya menjadi dasar hukum, dikritik sama seorang yg perkataan, perbuatan, palagi diamnya,msh banyak membuat kesalahan dan sakit hati orang,sangat2 tdk logis. So, segera switch off ketawa anda tu krn tu sbnarnya berbuah sia2.

Ini smua terjadi pada anda, dikarenakan anda msh blm faham akan yg anda kritik tu. Maka baca kembali dgn hati2 artikel diatas dan referensi lainnya tentang yg anda kritik ni. Karena tak ada satupun ummat manusia yg mengkritik akan kebenaran Islam, Al-Quran, Nabi Muhammad, dll, kecuali orang yg blm faham yangmana ia menaroh kebencian terhadap ni smua dikarenakan ketidakfahamannya tu. Klo lah msih pengen blajar memahami Islam disini, teman2 disini sangat wellcome.

To sodara penulis: Keep smangat n Upload maaf ya buat sodara/ri Anomim ni.

Wassalamu'alaikum wr.wb.

Anonim mengatakan...

dadi wong ojo koyok kewan galak yo,yo,wes di kandani apek2,jelas sisan,kok ijeh ora ngandel,kebangeten pancenan kuwe iku?wes saiki ngene wae,kuwe iso nggawe siji surat tok sing isine koyok alquran,nek iso tak wenehi duit sakjalukmu,tak langsung transferno ning rekeningmu,piye?ojo nyontek songko injil-mu kuwi.tak tunggu kabare

marco mengatakan...

Ahmad adalah nama lain dari Muhammad. Sebuah tradisi ilmiah Islam mengaitkan nas Qur’an ini dengan rujukan-rujukan Perjanjian Baru kepada Parakletos (Yohanes 14:16, 14:26, 15:26, 16:7)

"Yesus menjawab: `Nama sang Mesias adalah yang terpuji, karena Allah sendiri telah memberikan nama itu ketika Ia menciptakan jiwanya, dan menempatkannya di dalam kemuliaan surgawi. Allah berkata: "Nantikanlah Muhammad; demi engkau, Aku akan menciptakan firdaus, dunia, dan begitu banyak makhluk, yang akan Aku serahkan kepadamu sebagai hadiah, sedemikian rupa sehingga barangsiapa memberkai engkau, dia akan diberkati, dan barangsiapa mengutuk engkau, ia akan dikutuk. Ketika Aku mengutus engkau ke dalam dunia, Aku akan mengutus engkau sebagai utusan keselamatan-Ku dan kata-katamu akan menjadi kenyataan, sedemikian rupa sehingga meskipun langit dan bumi akan gagal, imanmu tidak akan pernah gagal." Muhammad adalah namanya yang diberkati.' Kemudian khalayak itu mengangkat suara mereka, lalu berkata, `O Allah, utuslah kepada kami utusan-Mu: O Yang Terpuji, datanglah segera demi perdamaian dunia!'" Barnabas 97:9-10

sudah jelaskah sdr.anonim...

Anonim mengatakan...

ayong berkata: untuk anonim,
saya harap ini bisa anda jadikan koreksi diri dalam mengkritiki sesuatu yaitu "anda harus tau apa yang anda kritik," karena itu lebih mulia bagi anda. tidak sepeti anjing yang hanya bisa menggong-gong!!!
perlu diketahui (juga bagi saudar/iku,) bahwa wahyu yang disampaikan kepada Baginda itu tidak hanya melalui Jibril. akan tetapi ada 3 fase (coba cek di Shahih Bukhari RA) atau metode ALLAH menyampaikannya.
pertama, melalui malaikat jibril yang menyerupai manusia. ini terjadi pada wahyu pertama "Surat al-Iqra'" atau ini juga terjadi pada majelis2 Rasul SAW baik dalam skala besar/kecil.
kedua, melalui mimpi. yaitu ketika Rasul sedang Tidur. salah satu contoh dari metode ini, yaitu ketika turun ayat yang menghapus al-If (gosip seputar A'isyah.) waktu itu Rasul sedang tidur, dan ktika bangun menyampaikan sebuah ayat yang menjadi kabar gembira baginya.
ketiga, secara langsung kehati Rasul, Biasanya metode ini diserta dengan Perubahan perilaku Baginda yang tiba senantiasa Menundukkan diri secara Tiba2 di hadapan beberapa shahabatnya. Ini dilakukannya karena RASA Takutnya/ketaqwaan baginda kpda AZZA WAJALL. yang kemudian langsung disampaikan kepada shahabat yang hadir waktu itu.
dari 3 metode diatas yang berhubungan dengan tuntutan Anonim yaitu metode yang ketiga. dimana ALLAH berfirman Secara langsung kepada Manusia melalui Hati Rasul yang disampaikan kepada manusia melalui ucapannya, dan ini juga sebagai jawaban dari kitab injil tepatnya di kitab ulangan 18:18 yang berbunyi:seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini (musa yang beristeri); Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya (yaitu wahyu ke dalam hati Rasul yang disampaikan dengan sabda2nya), dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.
ini juga sebagai sanggahan terhadap anonim yang mengatakan bahwa Rasul menerima Wahyu dg perantaraan Jibril Saja...
well, saya harap ini menjadi pelajaran bgi kita semua, khususnya Anonim smoga mendapat petunjuk atau "fazada humumALLAhu maradha," na'udu biLLAhi min dalik.
saran komentar saya tunggu di:
Hasan.htn@gmail.com

Anonim mengatakan...

ayong: anonim,
menanggapi Isi al-Qur'an 75% dari al-Kitab:
1. Islam turun sebagai pembenar bagi agama2 yang ada sebelum Islam khususnya agama samawi yaitu Injil Isa AS dan Taurat kepada Musa AS.
2. Islam sebagai penyempurna bagi agama-agama sebelumnya.
jadi kalo-pun ada kesamaan beberapa ajaran2nya, khususnya nilai2 kebaikan (bukan kebenaran!!!) itu sudah pasti ada karena ketiga kitab tersebut pada awalnya semua dari ALLAH AZZAWAJJALLAH (maha suci ALLAH dari sifat tuhan bapaknya kristen.)
Justru yang menjadi pertanyaan bagi saya, kenapa kitab injil hanya sama 75% dari dari al-Qur'an???
smestinya 100% sama persis dengan al-Qur'an!!!
itu tidak lain karena hasil kebobrokan para pemimpin2 kalian yang dengan mudahnya menjual ayat-ayat ALLAH dengan kesenangan dunia fana ini!!!
perlu diketahui yang bertanggungjawab terhadap perubahan injil sampai saat ini adalah si Johanes si pembaptis, tidak kah kau tau, bahwa yohanes itu seorang yahudi yang dalam sejarah. orang2 yahudi itu selalu menghalangi Agama2 ALLAH.
Takutlah kau Pada ALLAH, karena kita akan bertemu dengan dia untuk di adili. dan waktu itu Isa AS(yesus) demi ALLAH aku bersumpah tidak akan menanggung dosa-dosa sepeti yang kalian dakwakan. sekarang anda masih punya kesempatan!!!
kalo anda mati dan tidak bertobat, maka kesempatan itu tidak akan kembali sedetikpun!!!

myun mengatakan...

terima kasih postingannya ya..
salam kenal...
kunjungi juga blog saya fakultas teknik unand

roni mengatakan...

alquran kitab yang agung ..isi kandungannya sangat ilmiah dgn ilmu pengetahuan moderen saat ini telah du buktikan beberapa ilmuwan du dunia..selain isi kandungan alquran bisa memprediksi keadan skr ini padahal alquran di turunkan ribuan tahun yg lalu...


siapapun yg memcela alquran demi langit dan bumi hidupnya akan menyesal dunia akhirat....demi alloh

opg mengatakan...

orang yg menhujat diatas seprtinya ada hubunganya dengan yang ini ...
http://www.facebook.com/cankhenghong

Anonim mengatakan...

to ALL penulis ........
tambahan dikit aja .........
ada yang kalian lupa dari penulis //"anonim tgl 27 April 2009 04:46 ,,,,,,,,,,
karna dia kita mengkaji, karna dia kita mengetahui lebih banyak,, dan karna dia kita menjadi mulia .......
(seberapa banyak celotek tentang agama kita .... itu pembelajaran buat kita untuk lebih menguasai dan mencintai)

Anonim mengatakan...

sambungan dari Anonim 31 Juli 2011 23:40

to penulis artikel ini dan yang lainnya ... trims buat kalian sudah memberikan yang terbaik untuk agama ISLAM dan nabi MUHAMMAD SAW...
dan membuat pengetahuan saya bertambah..

to orang orang yang belum ikhlas ...
semoga di berikan hidayah dan dibukakan pintu maafnya... AMIN

saka.....bekasi

Anonim mengatakan...

Nabi Muhammad dapat membelah bulan.
Ketika si kafir menantang. Hai Muhammad cobalah belah bulan itu jika kamu memang seorang Rasul.
Muhammad SAW berdoa ya Allah tolonglah hamba untuk membuktikan kerasulanku. Maka bulan itu terbelah.
Kafir berkata,ini hanyalah sihir yang nyata. Kafir yang lain berkata,cobalah kita tanya pada yang tak berada di TKP. Jika di tempat lain orang melihat bulan memang benar2 terbelah,tentulah ini bukan sihir. Malainkan bulan terbelah secara nyata,karena tidak hanya dilihat oleh orang2 di TKP tapi juga di tempat lain.
Maka orang2 di tempat lainpun berkata kami melihat bulan telah terbelah.

Maka sebagian orang yang menyaksikan beriman pada Allah dan Muhammad SAW, dan adapula yang hatinya saat itu keras.
Restu

:: Oktanika :: mengatakan...

thanks ya buat penulis :)

sangat membantu :)

Ihsan AM Hasiboean mengatakan...

Thanks for all atas komentar dan tanggapannya. Smg brmanfaat bagi pembaca yang lainnya..

Anonim mengatakan...

@ANONIM: KW AGAMA NASRANI DAN YAHUDI BANGSAT !
KITAB KW TUH BUATAN MANUSIA TAU NDA?
KLO PERLU KITA KAJI KITAB KITA SATU PERSATU.
ALKITAB ITU DARI TAHUN KE TAHUN DI REVISI,KYK KURIKULUM AJA TUH KITAB.
DASAR ANTEK" YAHUDI..
TUHAN MU NABIKU,CAMKAN ITU !
YANG KAU SEMBAH ITU BUKAN LAH NABI ISYA MELAINKAN YUDAIS.
ORANG YG MIRIP DGN NABI ISYA.
KLO EMANK YESUS ITU TUHAN,SELESAI AKU NULIS INI KOMENTAR AKU LANGSUNG MATI !
(BUKANNYA TUHAN PUNYA HAK UNTUK MENCABUT NYAWA ORNG KAPAN SAJA DAN DMN SAJA?)
JADI AGAMA KAU ITU CUMA BUATAN ORANG YAHUDI.

Anonim mengatakan...

"inallaha ma'ashobirin"
Sabar bukan berarti menyerah tanpa usaha,,,
Sabar bukan pula perjuangan tanpa hasil…
Tapi sabar adalah taman kesejukan diantara ikhtiar dan tawakal.

Sabar adalah perwujudan keyakinan kuat akan janji Allah.
Dengan sabar,,percayalah dan yakinlah bahwa Allah akan segera menyambut niat dan keinginan tulus seorang hambaNya…

“Hai orang-orang yang beriman, Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” (QS.Ali Imran [3] : 200).

Anonim mengatakan...

Kan memang yang diimani belum tentu sama ? Kenapa mesti berdebat ? Tuhan orang Yahudi namanya YHWH, Tuhan orang Kristen namanya Trinitas , Bapa Putra dan Roh Kudus, Tuhan orang muslim Allah.
Yang baik-baik sajalah kita terima, yang ndak baik jangan dimasukkan hati.... Maka perlu dipelajari... Ayo belajar satu dengan yang lain... Ok...

Anonim mengatakan...

Mohon kalian simak baik-baik, kata-kata siapa di sebelah kanan "KATAKANLAH": Kata-kata Muhammad ataukah kata-kata Allah SWT? Siapakah "aku"?

QS 6:56. Katakanlah: "Sesungguhnya aku dilarang menyembah tuhan-tuhan yang kamu sembah selain Allah." Katakanlah: "Aku tidak akan mengikuti hawa nafsumu, sungguh tersesatlah aku jika berbuat demikian dan tidaklah (pula) aku termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk."

"Aku" adalah Muhammad. Jadi, dengan model ayat seperti itu (ada tambahan kata "katakanlah" di awal), Muhammad maksudkan agar tampak seolah-olah ucapan itu adalah atas perintah awloh, bukan ucapan atas kemauannya sendiri.

Sekarang, mari kita simak ayat berikut:

QS 39:53. Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Dengan ayat itu, Muhammad sedang membuka kedoknya sendiri bahwa DIRINYA adalah ALLAH SWT.

Kalian yang masih muslim bukanlah HAMBA TUHAN, melainkan HAMBA MUHAMMAD.
"Aku" dalam ayat itu bukanlah awloh, karena itu adalah kalimat yang mesti diucapkan sebagai ucapan Muhammad (lihat kata "katakanlah" di awalnya).
Muhammad telah keseleo lidah sehingga ketahuan bahwa dirinya-lah sang pemeran AWLOH yang sesungguhnya.

Menjadi hamba awloh bukanlah menjadi hamba Tuhan, melainkan hamba (budaknya) Muhammad.
Muhammad-lah SANG PEMERAN TUNGGAL tokoh "awloh".

Anonim mengatakan...

Al-qur'an itu gak bisa di maknai hanya dengan pemahaman tekstual saja, coba lihat konteksnya ketika ayat tersebut di turunkan atau kita harus melihat juga asbabul nuzulnya tuh ayat...

Anonim mengatakan...

UNTUK SEMUA-NYA......KITA SUDAH TAU DARI SEJAK DULU BAHWA AGAMA ISLAM ITU ADALAH AGAMA YANG INDAH,,KITA DIPERINTAHKAN UNTUK BERIBADAH SETIAP HARI 5 WAKTU,,,,(INGAT BUKAN HANYA HARI MINGGU AJA SEPERTI ORANG2 NASOROH) AGAMAKU ISLAM DAN AKAN SELALU ISLAM

siompin mengatakan...

Bla dgn nafsu nabi
MUHAMMAD SAW brpijak di bumi ini.
Tntunya dia tak puas hnya sbgai nabi.
Tpi, dia teladan ksederhanaan

Anonim mengatakan...

ISLAM ITU TINGGI DAN TIDAK ADA YANG LEBIH TINGGI DARINYA..

Mohammad Galbi mengatakan...

QS 6:56. Katakanlah: "Sesungguhnya aku............. (Perintah Tuhan hanya kepada Muhammad saja)

QS 39:53. Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku....(Perintah Tuhan selain kepada Muhammad/pengikutnya, Muhammad selain nabi juga adalah hamba)

Mohammad Galbi mengatakan...

Sebelum ada sanggahan bahwa Nabi Muhammad nyontek dari Bibel, sudah dijawab sebelum ada sanggahan tersebut (yang muncul kemudian) dengan diutusNya seorang nabi yang UMMI/BUTA HURUF DAN SANGAT JUJUR ADIL DAN TERPERCAYA dan TIDAK MEMILIKI PENGETAHUAN AGAMA APAPUN selain yang diwahyukan langsung oleh Allah baik dengan perantara Malaikat Jibril (Islam's perpective: Jibril is not He or She or Shemail).

Poskan Komentar

Komen2nya yg damai2 aja ya Sist & Bro! Thanks.