Ada kesalahan di dalam gadget ini

Arti Allah SWT (Subhanahu wa Ta'ala)

Pada artikel yang berjudul ”Allah” Dalam Sejarah Arab telah saya sampaikan sedikit cerita tentang seorang facebooker non-muslim yang berpendapat bahwa ”Allah” adalah sebuah nama ciptaan nabi Muhammad saw.

Meski facebooker tersebut seorang non-muslim yang menganut agama Kristiani, kenyataannya ada juga orang-orang Kristen yang menyebut tuhan yang mereka imani dengan ”Allah.” Hanya saja sifat-sifat Allah yang mereka imani berbeda dengan yang diimani oleh orang-orang muslim.

Sedikit hal yang menarik dari orang-orang non-muslim yang mengimani ”Allah”, ternyata mereka juga sering dihadapkan pada ’keheranan’; mengapa orang-orang muslim menambahkan ”SWT” setelah lafaz Allah? Apa sebenarnya arti ”SWT” tersebut?

Ironisnya lagi, yang buta makna lafaz tersebut ternyata ada juga di antara orang-orang muslim. Nah biar lebih jelas bagi kita semua, berikut akan saya uraikan makna ”Allah SWT”:

1. Makna ”Allah”:
Secara etimologi, lafaz ”Allah” berasal dari kata: إلــه (i-la-h), artinya: ”yang disembah.”
Ketika lafaz ”إلــه” (i-la-h) dimasuki huruf ”ma’rifah” alif dan lam ال (al), maka huruf hamzah إ (i) dibuang untuk mempermudah pengucapan. Dari sini lafaz ”إلــه” (i-la-h) pun menjadi ”اللــه” (Allah). (Kamus Mukhtar Ash-Shahhah, Zainuddin Ar-Razy).

Untuk diketahui, ”ma’rifah” dalam bahasa Arab adalah istilah yang digunakan untuk nama yang khusus/tertentu. Kebalikannya adalah ”nakirah” (umum).

2. Makna ”SWT”:
”SWT” adalah singkatan dari dua sifat Allah, yaitu ”Subhanahu wa Ta’ala.” Rincian maknanya adalah:

S = Subhanahu, artinya: Yang Mahasuci
w = wa, artinya: dan
T = Ta’ala, artinya: Yang Mahatinggi, Mahamulia.

3. Makna ”Allah SWT”:
Dari penjelasan nomor 1 dan 2, dapat disimpulkan bahwa makna ”Allah SWT” adalah: Allah (Tuhan) yang Mahasuci dan Mahatinggi.

Sebenarnya, SWT (Subhanahu wa Ta’ala) bukan satu-satunya lafaz yang disertakan oleh ummat Islam setelah lafaz ”Allah”. Masih banyak lagi lafaz-lafaz lain, antara lain:
- ’Azza wa Jalla => Allah ’Azza wa Jalla
- Jalla Jalaluh => Allah Jalla Jalaluh
- Tabaroka wa Ta’ala => Allah Tabaroka wa Ta’ala

Semua lafaz tersebut adalah sifat-sifat kemuliaan dan keagungan Allah SWT.

Perlu diperhatikan, meski pun secara bahasa lafaz ”Allah” berarti ”Tuhan”, sebagai seorang muslim kita harus tetap meyakini bahwa ”Allah” adalah nama bagi ”Zat” Tuhan Pencipta dan Pengatur alam semesta ini. Sebab Al-Qur’an sendiri – yang notabenenya wahyu Tuhan – menegaskan bahwa ”Allah” adalah nama bagi Tuhan Pencipta dan Penguasa jagad raya ini. Demikian juga dalam hadits-hadits Rasulullah Muhammad saw.

Wallahu a’lam.

Baca Juga :
- Allah dalam Sejarah Arab
- Bukti Kerasulan Nabi Muhammad saw
- Perang dan Jihad dalam Islam
- Benarkah Islam Melegalkan Perang Terhadap Orang-orang Kafir?
- Benarkah Islam Memaksa Orang Lain Masuk Islam?
- Adakah Jaminan Keselamatan dalam Islam?

47 komentar:

Tio mengatakan...

Alhamdulillah dapat ilmu lagi :)
Smg kita smua khususnya penulis slalu sht2,
biar trs bisa berbagi dikesempatan slanjutnya ^_^

lailashares mengatakan...

Terima kasih atas informasi yg sangat bermanfaat ini :)

Anonim mengatakan...

asik
tambah lagi deh ilmunya ...

OM requizzzz doong ....
kalo ada kesempatan mohon artikel tentang ("kisah nabi MUHAMMAD SAW .. saat memecahkan mesalah")
trims ya sebelumnya

saka....bekasi

joe adrian mengatakan...

senangggggggggggggg sekaliiiiiiiiiiiiiii mendapatkan pencerahan dan ilmu seperti ini, heranya saya pada teman teman yg saya tanya mengenai penjelasan tentang kata 'SWT" mereka tidak tau yg ada saya malah di anggap aneh menanyakan hal itu, padahal mereka tdk jwb juga or ksi penjelasan jg. humm wat ever i got the explanation, thank you then!!

Juma mengatakan...

terimakasih sudah berbagi..

hestu.ok mengatakan...

Thanx a lot for sharing about Allah...
Nambah lagi deh pengetahuannya... ^_^

Jika sempat boleh juga mampir ke blog saya untuk saling mengkoreksi di http://hestu-oke.blogspot.com/ :)

Hilga P. Perdana mengatakan...

Alhamdulillah.. :)

Anonim mengatakan...

”Allah” adalah nama bagi ”Zat” Tuhan Pencipta dan Pengatur alam semesta ini. Sebab Al-Qur’an sendiri – yang notabenenya wahyu Tuhan – menegaskan bahwa ”Allah” adalah nama bagi Tuhan Pencipta dan Penguasa jagad raya ini.

Tanya ya ... Apakah "Zat" perbedaannya dengan roh kalau sama apa persamaanya?

muslim apa adanya mengatakan...

salam kenal...

Rudi Harianto Siregar mengatakan...

Assalmu'alikum Wr. Wb. Alhamdulillahirabbil'alamin. Segala Puji Bagi Allah SWT Sang Maha Pemura Lagi Maha Penyayang. Article ini membantu menguatkan keyakinan Kepada Allah SWT. Bila mana terjadi Kesalahan dan kesilapan tentang Makna ALLAH SWT dsb Penejelasan ini termasuk akurat karena berdasarkan dari Kamus Mukhtar Ash-Shahhah, Zainuddin Ar-Razy. Do'a saya kepada Penulis semoga Allah SWT meridhai Segala maksud yang baik yang ada di dalam fikiran antum. Dan selalu ditunjuki kepada jalan yang lurus. dan Selalu Pintar & Bijaksana Di dalam Memperjuangkan Islam Kita. Bersatu, Berbagi dengan Ikhlas, Saling Tolong menolong dalam Ilmu Pengetahuan & Ke Islaman. Insya Allah Antum & Kita Semua Mendapatkan Jannatunna'im Di Akhirat Kelak. Amin Allahumma Amin. Walhamdulillahirabbil'alamin.

Buat Penulis Teruslah Maju & Berkarya. Semoga Selalu Pintar & Eksis Di dalam Dunia & Islam.

Erin Dwi AgusHerlina mengatakan...

Alhamdulillah.. Ilmu telah bertambah walau hanya sekilas :)

Yrwan el Riduany mengatakan...

Allhamdulillah thanks atas Share nya Akhi or Ukhti sallam damai selalu!!

suhendriprasetyo mengatakan...

makasih penjelasannya. . .

adjiesugilar mengatakan...

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah : siapakah yang pertamakali menerapkan kalimat Subhanahu Wa Ta 'ala. tersebut.

Delta Rizqi Frisyada mengatakan...

aku baru tahu skrg

Anonim mengatakan...

apa lah arti nama,kalau tidak kenal yg punya nama, tidak kenal maka tak sayang..tak sayang maka tak ber-TUHAN..

Anonim mengatakan...

hehehe bener2 cuman kulit doank hehehehe
contoh di paling akhir ada kata Wallahu a’lam. hehehehehehe, setelah dibaca kirain beneran gak taunya masih Wallahu a’lam. hehehehehe


liat kata kuncinya alif lam lam haq, tanya aja di pondok2 yg jauh dari keramaian kota hehehehehe

suryanandiputra mengatakan...

Terima kasih atas infonya,
saya seorang non-Muslim, sekedar sharing td saya kuliah dan ditanya dosen arti kata SWT juga, yg menarik adalah saya sering mendengar tapi tidak tahu artinya. Aneh bukan tinggal di negara berpenduduk muslim tapi tdk mengenal Teologinya. saya menyadari untuk dapat berdialog dibutuhkan kesaling-memahami antara satu dengan yang lainnya.

Sejauh yang saya tahu, terdapat sedikit perbedaan (walaupun sebenarnya sama) antara Tuhan dengan Allah. bisa tolong dijelaskan pandangan umat muslim terhadap hal ini?

Salam,
Nandi

AMan Hasiboean mengatakan...

@Anonim 17 Januari 2013;
عفوا يا حبيبي، علما كتبت هذه المقالة إهداء لعوام الناس لا للأذكياء العارفين بالمصطلحات مثلك.... شكرا

Jika imam2 sekaliber Ibnu katsir, Al Qurthuby dan At Thabary saja mengatakan 'wallahu a’lam' dlm kitab2 tafsir mrk, mk sbg murid wajar saya mngikuti jejak mrk. Thanks sarannya.

@suryanandiputra; soal prbedaan td;
-'tuhan' lbh umum dari lafazh Allah.
-tuhan ada yg benar dan ada yang tidak.
-misal yg tidak benar adalah, tuhan matahari, bulan, patung buatan manusia yg disembah dan dituhankan, dll.

-Smntara 'Allah' adalah Tuhan yg sebenarnya; Allah adalah Pencipta, Pengatur, Penguasa dan Pemilik segala sesuatu yg ada di jagad raya ini.
Thanks.

Alat Pertanian dan Perkebunan mengatakan...

Mantap pencerahannya

Agus Sih Sugianto mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Agus Sih Sugianto mengatakan...

Assalamu'alikum Wr. Wb.
Koreksi dikit mas, Allah bukan ZAT yang bener "DZAT". Istilah Dzat ==> bhs Arab yang artinya Yang Maha Menciptakan atau Pencipta TIDAK SAMA dengan ZAT ==> bhs Indonesia = Matter/ MATERI yang berarti sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruangan ==> ini pasti TERBATAS,

Sedangkan DZAT dalam bahasa Arab tidak bermakna MATERI/ MATTER. Jadi makna DZAT (bhs Arab) bukanlah sejajar maknanya dengan ZAT (bhs Indonesia), meskipun istilah ZAT diadopsi dari kata DZAT. Namun, maknanya 180% berbeda secara diametral. Sekali lagi, DZAT amat berbeda maknanya dengan ZAT.

Jika Allah SWT disamakan dengan Zat, yg notabene adalah ciptaan-Nya sendiri, maka itu amat mustahil...
Sekian dan Terima kasih
Wassalamu'alikum Wr. Wb.

Melinda Lim mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Melinda Lim mengatakan...

Siang pak,, mau curhat.. untuk apa ya di indo dibuka tempat bayi tabung prostitusi trus kl dluar ada pabrik sperma sgala? Knp gak tanya sm rakyat dl setuju tdk setuju? Kuat gak si jantung sesamaku yg dibuat sperti itu? Nafas jg sm? Bs kyk Jackie Chan dan Kobe Bryant gak? Aku kan manusia utuh ciptaan Tuhan lahir pny akal budi cita rasa hati, harus punya keyakinan sanggup menghadap sm yg di atas. Aku kan suka sm Bunda Maria dan Santo Yusuf anakNya kiriman lgsg dr langit Tuhan Allah SWT. Ak mngalami tekanan dan pnyakit krn sptinya sempat brtemu anak hasil bayi tabung di bandung.. ak takut mrk gak kuat jntungnya. Mau melapor dmn ya aku jd rakyat.. ak senang dgr masjid2 berbunyi keras tepat waktu tdk telat wkt ak lg sakit keras krn di sampingku lg tak ada yg bacain doa.. trima kasih pak.

Melinda Lim mengatakan...

Jgn lp pak bu kwan2, rajin menanam buah sayur bunga untuk hr tua,, kl lewat makam pahlawan nasional pjuang 45, tolong diberi bunga.. trima kasih byk. :)

Falah Sudiradireja mengatakan...

alhmadulillah tambah ilmu lagi

joheun chingu mengatakan...

Nama berbeda dengan sebutan, dan nama selalu memaksudkan keunikan dari suatu pribadi dan bukan sesuatu yang menonjol apalagi yang biasa digunakan oleh pribadi lainnya. Sedangkan istilah Ilah (yg disembah) juga digunakan untuk berhala maka kita dapat yakin bahwa itu bukan nama Pencipta kita, Dia ALLAH namun itu bukan nama pribadinya.

Al-Alaq 1 اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ Bacalah (dng menyebut) nama majikan/tuan (rabbika) yang kamu sembah (allathee) yang menciptakanmu.

Dari ayat itu jelas makna ALLAH tetaplah memaksudkan sebutan bagi pribadi yang kita sembah namun ayat itu menyiratkan bahwa ALLAH memiliki nama pribadi yang tentunya dapat ditemui oleh hambanya yang sungguh-sungguh mau mencari tahu tentang Dia.

Nama pribadi ALLAH dapat kita ketahui melalui catatan Nabi Musa yang mencatat tentang kehidupan Ibrahim dan keturunannya dahulu kala yang ALLAH jadikan sebagai keturunan kenabian (Al-Ankabut 27)

Kitab Musa dapat kita percaya karena Musa dianggap pernah bertemu dengan ALLAH walau tidak secara langsung dan disanalah ada banyak penjelasan termasuk siapa nama Pribadi ALLAh (Al-Anam 154)

Karena Nabi Musa pernah bertanya "siapa nama ALLAH" saat diutus untuk membebaskan keturunan Yakub dari Mesir (Keluaran 3:13-15)

Di ayat 14 ALLAH menjelaskan makna namanya, dan juga etimologi kata yang digunakan sebagai nama pribadi-Nya dan di ayat 15 ALLAH menegaskan sebagai ALLAH Ibrahim, Ishak, Yakub dan nenek moyangnya, sejak dulu sampai selama-lamanya ALLAH akan dikenal dengan nama yang ditulis oleh musa dengan 4 huruf Ibrani dan jika di tulis dalam lafaz menjadi يَهْ‍وَهُ (etimologi "menjadi", maknanya, "menjadi apapun yang dibutuhkan agar maksud tujuan-Nya yang sesuai HukumNya dapat terlaksana) Satu-satunya pribadi yang cocok menggunakan nama dengan makna itu hanya Pencipta Kita saja dan terlebih lagi Dia sendiri yang memilih nama bagi-Nya saat Musa bertanya.

Ayat selengkapnya dalam bahasa Arab sbg:
١٣ فَقَ‍الَ مُ‍وسَ‍ى لِلهِ:‏ «هَ‍ا أَنَ‍ا أَذْهَبُ إِلَ‍ى بَنِي إِسْ‍رَائِي‍لَ وَأَقُ‍ولُ لَهُمْ:‏ ‹إِلٰهُ آبَ‍ائِ‍كُمْ أَرْسَلَنِي إِلَيْ‍كُمْ›.‏ فَ‍إِذَا قَ‍الُ‍وا لِي:‏ ‹مَ‍ا ٱسْمُهُ؟‏›،‏ فَمَ‍اذَا أَقُ‍ولُ لَهُمْ؟‏».‏ ١٤ فَقَ‍الَ ٱللهُ لِمُ‍وسَ‍ى:‏ «أَنَ‍ا أَصِي‍رُ مَ‍ا أَشَ‍اءُ أَنْ أَصِي‍رَ».‏ وَأَضَ‍افَ:‏ «هٰ‍كَ‍ذَا تَقُ‍ولُ لِبَنِي إِسْ‍رَائِي‍لَ:‏ ‹«أَنَ‍ا أَصِي‍رُ» أَرْسَلَنِي إِلَيْ‍كُمْ›».‏ ١٥ وَقَ‍الَ ٱللهُ أَيْضً‍ا لِمُ‍وسَ‍ى:‏

«هٰ‍كَ‍ذَا تَقُ‍ولُ لِبَنِي إِسْ‍رَائِي‍لَ:‏ ‹يَهْ‍وَهُ إِلٰهُ آبَ‍ائِ‍كُمْ،‏ إِلٰهُ إِبْ‍رَاهِيمَ وَإِلٰهُ إِسْحَ‍اقَ وَإِلٰهُ يَعْقُ‍وبَ أَرْسَلَنِي إِلَيْ‍كُمْ›.‏ هٰ‍ذَا ٱسْمِي إِلَ‍ى ٱل‍دَّهْ‍رِ وَهٰ‍ذَا ذِكْرِي إِلَ‍ى جِي‍لٍ فَجِي‍لٍ.‏

Faisal Yusuf mengatakan...

Alhamdulillah.. ilmu bertambah.. terima kasih telah berbagi :)

Edy Son mengatakan...

Syubehanallah sangat bermanfaat

Apriyanto April mengatakan...

Alhamdulilah dapat ilmu :)

IRHAS mengatakan...

Saya pernah menulis di blog saya dengan mengutip penafsiran Muhammad Husain al-Thabataba'i yang menganalisa makna Allah secara kebahasaan dan didukung oleh fakta sejarah Arab, sebagaimana diungkapkan oleh ayat 47 Surat al-Zukhruf...

selengkapnya bisa baca di http://irhasmelayu.blogspot.com/2012/12/allah-tuhan-god.html

Aditia Samudra mengatakan...

sok di komen aja saya mau bertanya siapa yang tau kebsaran allah dalam hurup/lafadz apanya

dede doank mengatakan...

suryanandi@:Menurut Pemahaman saya,Tuhan berarti Jamak,Kalo Allah itu Tunggal.Walahu Alam Bisawab

Jrabang Bintulu mengatakan...

Nama Allah sudah disebut oleh orang Arab sejak sebelum Muhammad lahir. Darimana mereka mendapatkan nama tersebut ??? Apakah mereka mendapatkan nama tersebut dari perkenalan TUHAN ???. Atau dari kotak-katik mereka sendiri ???.
Jika dari kotak-katik mereka sendiri, bagaimana bisa menjadi nama pribadi TUHAN ???. Berani benar berbuat seperti itu terhadap Yang Maha Agung, yang mengatasi segala nama.
Kalau dari hasil perkenalan TUHAN sendiri, lebih gak masuk akal karena kalimat Allah berasal dari bahasa Arab, sedangkan TUHAN tidak bermula dan tidak berakhir (kekal, sedangkan bahasa Arab ada mula/awal.

Kesimpulan I : Jika Allah adalah NAMA PRIBADI (proper name, ini tidak masuk akal. Yang masuk akal yaitu jika Allah adalah NAMA GELAR.
Dan umat Kristen memang memandangnya sebagai nama gelar, buktinya bisa banyak sebutan, ada God, Adonai, Elohim, Kurios dsb. Jika nama pribadi, tentu tidak boleh diganti. Asmaul Husna adalah nama sifat (sekaligus juga bisa sebagai nama gelar).

Kesimpulan II : karena TUHAN tidak terbukti mempunyai nama pribadi "Allah", maka konsekwensinya alquran bukan wahyu TUHAN.

Jrabang Bintulu mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Jrabang Bintulu mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Compact Electronic mengatakan...

jrabang bintulu.
dari komen anda terlihat kurang wawasan, dan ilmu, sbnrnya sy g mo komentar tp baiklah:
1.darimana bangsa arab Quraish mngenal nama Allah?
mekah berdiri diawalai oleh Ibrahim As, dia meninggalkan isterinya dan anaknya Ismail As dilembah itu, atas perintah Allah, bla..bla...dst.
jadi ka'bah dibangun oleh Ibrahim dan Ismail..

nah Nama Allah dikenalkan di Mekah oleh nabi Ibrahim, dan nabi Ismail. As

Afrizon Caniago mengatakan...

Terima kasih informasnya, salam kenal dari kami | http://udaconglee.blogspot.co.id/

Jrabang Bintulu mengatakan...

Compact Electronic
Nama Allah sudah disebut oleh orang Arab sejak sebelum Muhammad lahir. Darimana mereka mendapatkan nama tersebut ??? OOOO... kata ente dapet dari Ibrahim ya....
Lha Ibrahim sendiri dari mana dapet nama 'Allah'???
Apakah dari TUHAN??? atau dari kotak katiknya sendiri???
Layakkah TUHAN dibungkus oleh sebuah nama pribadi???, tergantung pada nama pribadi???, Kontradiksi dong dengan dogma islam yang katanya TUHAN itu tidak tergantung pada segala sesuatu.

hendra wardhana mengatakan...

Nama ALLAH sudah ada jauh sebelum penciptaan alam semesta, di dalam kisah penciptaan manusia pertama yakni Nabi Adam AS, disana sudah ada nama ALLAH..
Bahkan di ceritakan disemua kitab-Nya, dengan bahasa yang berbeda-beda, bukan hanya dari bahasa Arab, tapi juga dari semua bahasa utusan-Nya terdahulu.. (karena bahasa disesuaikan dengan dari Suku mana utusan tersebut berasal) dari mana dapatnya nama TUHAN tersebut? ya dia ALLAH sendiri yang menyampaikan kepada utusan-Nya, bukan kotak katik sendiri utusan-Nya, dibungkus oleh nama pribadi, dll. TUHAN itu memang tidak tergantung pada segala sesuatu, yang mau beriman silahkan, yang tidak silahkan..! dia tidak merasa rugi dan tidak ada untung bagi-Nya, hanya kita di beri kewajiban cari lah tahu apa yang kita sembah.. karena kita akan kembali kepada-Nya.. dengan jalan yang benar atau salah mengenal-Nya.
(Semoga yang salah mengenal akan diberi petunjuk, jangan menutup diri untuk mengenal-Nya).
Wallahu a'lam bishshowab,

Putra Dari Ufuk Timur mengatakan...

Maaf, jika anda seorang penganut ajaran Islam, bisakah anda membuat pernyataan bahwa "Allāh (Arab: الله, Allaah) adalah kata dalam bahasa Arab yang merujuk pada nama Tuhan."

Lalu bagaimana dengan isi Syahadat Islam :

Ašyhadu ʾal lā ilāha illa l-Lāh, yang diartikan : "Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah"

Dan sebagaimana dalam Traktat SYBAI yang tertulis :

"Pada zaman pra Islam, jaman Jahiliyah ALLAH adalah nama dewa bangsa ARAB yang mengairi bumi".

https://books.google.co.id/books?id=R5BFDSmiskIC&pg=PA68&lpg=PA68&dq=pengertian+Allah&source=bl&ots=zoHWgOLJ7f&sig=Kyik3w19Qdt2GNYo-oWPmqlb2Y0&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwil8oe1qdfRAhXDqI8KHeLqCGkQ6AEIXDAL#v=onepage&q=pengertian%20Allah&f=false)

Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)tertulis bahwa kata "Allah" adalah nama Tuhan dalam bahasa Arab.(http://kbbi.web.id/Allah)

dan kata "Tuhan" adalah sesuatu yang diyakini, dipuja, dan disembah oleh manusia sebagai yang Mahakuasa, Mahaperkasa, dan sebagainya. (http://kbbi.web.id/Tuhan).

Berarti telah terjadi kekacauan dalam tata bahasa tentang pengertian "Allah" dan "Tuhan".

Putra Dari Ufuk Timur mengatakan...

Bagaimana menurut anda jika kalimat pertama Syahadat Islam tersebut ...???

Coba anda meng"combine" kalimat pertama Syahadat Islam dengan pengertian kata "Allah" dan "Tuhan" menurut KBBI tersebut, seperti dibawah ini :

"Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah"

menjadi :

Saya bersaksi bahwa tiada "sesuatu yang diyakini, dipuja, dan disembah oleh manusia sebagai yang Mahakuasa, Mahaperkasa" selain "nama sesuatu yang diyakini, dipuja, dan disembah oleh manusia sebagai yang Mahakuasa, Mahaperkasa dalam bahasa Arab"--dan menurut pemilik bahasa Arab (orang asli Arab) mengatakan bahwa "ALLAH" adalah nama dewa bangsa ARAB yang mengairi bumi.

Bukankah telah terjadi kekacauan pengertian kedua kata tersebut, akibat "kata serapan" dari bahasa Arab...???
Sebenarnya, jika ingin melihat kalimat yang benar untuk menjelaskan tentang arti kata "TUHAN" dan "ALLAH", maka kalimat dalam ALKITAB KRISTEN sangat pantas untuk memberikan kebenaran pengertian tersebut.

Putra Dari Ufuk Timur mengatakan...

Dalam kitab Yesaya 45 : 5 tertulis :

" Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah."

dan dalam ayat selanjutnya Yesaya 45 : 6 tertulis "Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain".

Juga dalam kitab Yesaya pasal 45 : 21, yang tertulis demikian :

" Bukankah Aku, TUHAN ? Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain dari pada-Ku! Allah yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku! "

.......... Jadi, rupanya bangsa Arab telah salah dalam menerjemahkan dan memahami arti sebenarnya dari kata "TUHAN" dan "Allah", dan KBBI menyerap pemahaman bangsa Arab yang keliru itu ...!!!

Sebab :

"TUHAN" adalah nama "ALLAH" bagi Israel. TUHAN adalah Allah bagi manusia.

Ini berarti Syahadat Islam..adalah kesalahan terbesar terhadap "pernyataan yang benar tentang TUHAN dan Allah"..., mereka telah memisahkan TUHAN dan Allah, padahal TUHAN adalah Allah.

Putra Dari Ufuk Timur mengatakan...

Manakah yang lebih dahulu "terbit"..kitab Yesaya ataukah "pernyataan buatan Muhammad bin Abdullah"--rumusan pernyataan rumusan "kesaksian" dia adalah akibat kesalahan tafsir isi kitab-kitab Ibrani yang diterjemahkan ke bahasa Arab...!!!

Lihat perbedaannya, berikut ini :

"Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah"---inilah kesaksian yang dibuat oleh Muhammad bin Abdullah-putra Quraisy-Arab.

Sedangkan :

" Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah." ---ini adalah firman TUHAN sendiri yang disampaikan oleh nabi Yesaya--seorang nabi Ibrani.

Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam : "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian ; tidak ada Allah selain dari pada-Ku. (Yesaya 44 : 6).

Firman TUHAN ALLAH dalam Yesaya 46 : 9 tertulis : "Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku"

------------
Oleh sebab itu dalam bahasa Arab, yang mengenal bahwa ALLAH adalah nama dewa bangsa ARAB yang mengairi bumi, tersebut bukan-lah TUHAN, tetapi "allah" atau dewa buatan manusia di Arab atau "tuhannya" bangsa Arab.

Putra Dari Ufuk Timur mengatakan...

Demikian juga firman TUHAN juga disampaikan oleh nabi Yoel (dalam Yoel 2 : 27), : "Aku ini, TUHAN, adalah Allahmu dan tidak ada yang lain".

Nabi Hosea (salah satu nabi Ibrani selain Yesaya) pun memberikan kesaksian tentang hal tersebut :

" Kamu akan mengetahui bahwa Aku ini ada di antara orang Israel, dan bahwa Aku ini, TUHAN, adalah Allahmu dan tidak ada yang lain; dan umat-Ku tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya."

Ada juga tertulis dalam kitab 1 Raja-Raja 8 : 60 (kitab selain kitab Yesaya, Hosea dan Yoel): " supaya segala bangsa di bumi tahu, bahwa Tuhanlah Allah, dan tidak ada yang lain,".

1 Samuel 22 : 2 : "Tidak ada yang kudus seperti TUHAN, sebab tidak ada yang lain kecuali Engkau dan tidak ada gunung batu seperti Allah kita."

1 Samuel 22 : 2 : "Tidak ada yang kudus seperti TUHAN, sebab tidak ada yang lain kecuali Engkau dan tidak ada gunung batu seperti Allah kita."

2 Samuel 7 : 22 : "Sebab itu Engkau besar, ya Tuhan ALLAH, sebab tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada Allah selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami."

1 Tawarikh 17 : 20 :
"Ya TUHAN, tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada Allah selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami."

Dan juga raja Daud menyatakan dalam Mazmur-nya :
"Sebab siapakah Allah selain dari TUHAN, dan siapakah gunung batu kecuali Allah kita?" (Mazmur 18 : 31)

Aku berkata kepada TUHAN : "Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!". (Mazmur 16 : 2).

Nabi Yeremia dalam kitab Yeremia 46 : 18, menulis firman TUHAN : "Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Raja yang nama-Nya TUHAN semesta alam, ia akan datang seperti gunung Tabor yang menjulang di antara gunung-gunung lain, seperti gunung Karmel yang menganjur ke laut.".

Putra Dari Ufuk Timur mengatakan...

DENGAN DEMIKIAN :

Dapat terlihat bahwa Syahadat Islam adalah syahadat buatan Muhammad bin Abdullah kepada bangsa Arab-nya, sebab sangat bertentangan dengan isi kitab-kitab Ibrani.

Kesaksian satu orang (yakni Muhammad bin Abdullah), tidak bisa melebihi kesaksian banyak nabi-nabi Ibrani, yaitu : Samuel, Daud, Yesaya, Yeremia, Hosea, Yoel dan lainnya. Nabi-nabi Israel tersebut hidup dalam jaman yang berbeda-beda dan bahkan mencapai berabad-abad rentang waktunya...namun kesaksian mereka tetap sama...!!!

Justru kesaksian satu orang (Muhammad bin Abdullah) tersebut tidak memiliki kekuatan untuk membatalkan firman TUHAN melalui nabi-nabi Israel.

Oleh sebab itu, pengertian "Tuhan" dan "Allah" dalam pemahaman bahasa Indonesia seperti dalam KBBI, perlu direvisi janganlah menggunakan serapan dan pengertian bahasa Arab untuk menjelaskan kata-kata tersebut.

Tetapi harus merujuk kepada ALKITAB KRISTEN yang berisi kesaksian nabi-nabi Israel untuk menjelaskan pengertian "Tuhan" dan "Allah", sebagai berikut :

"Allah" adalah nama Tuhan dalam bahasa Arab.(http://kbbi.web.id/Allah)---adalah SALAH....!!! sebab "Allah" bagi bangsa Arab adalah sebutan bagi sesuatu yang disembah oleh bangsa Arab.

Putra Dari Ufuk Timur mengatakan...

----------------------------------------------------------

USULAN SAYA TERKAIT ARTI KATA "TUHAN" DAN "ALLAH", SEBAGAI BERIKUT :

"Allah" adalah sesuatu yang diyakini, dipuja, dan disembah oleh manusia sebagai yang Mahakuasa, Mahakudus, Mahaperkasa, dan sebagainya.

"TUHAN" adalah nama Allah bagi bangsa Israel dan KRISTEN.

Inilah kebenaran yang sesungguhnya...!!!

Terkait tata penulisannya yang kemudian menjadi frase kata, kata "Tuhan" menunjuk kepada "TUHAN" sebagai nama Allah bagi bangsa Israel dan KRISTEN.

Bukan kepada Islam, sebab Islam tidak mengakui adanya "Tuhan" atau "TUHAN"...!!!

Sebab kata "Allah" bersifat umum untuk disebut, tetapi "TUHAN" adalah sebutan khusus dan "sakral" bagi bangsa Israel dan KRISTEN.
sehingga dalam membedakannya dari kepercayaan ajaran lainnya :

Allah bangsa Israel dan KRISTEN adalah "TUHAN" yang disebut menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan yakni : "TUHAN ALLAH".

TUHAN ALLAH bagi Israel dan KRISTEN sesuai penulisan adalah :
1. Allah,
2. Tuhan,
3. Tuhan Allah,
4. TUHAN Allah,
5. Tuhan ALLAH,
6. ALLAH.
TUHAN ALLAH bagi KRISTEN adalah YESUS KRISTUS…, itulah sasaran seluruh isi kitab-kitab Ibrani dan kitab-kitab yang ditulis oleh para rasul, murid dan pengikut YESUS KRISTUS---disebut ALKITAB…!!!
Demikian, usulan saya sesuai kebenaran INJIL...!!!

Terima kasih.
Putra dari ufuk Timur.-

ditulis sebagai tanggapan dalam http://mughits-sumberilmu.blogspot.co.id/2011/10/allah.html

Posting Komentar

Komen2nya yg damai2 aja ya Sist & Bro! Thanks.